Forever Wicked: Ex Nihilo

Forever Wicked Ex Nihilo Kota Daging begitulah kaum iblis menyebut tempat laknat yang aslinya bernama Jakarta Dari juta penduduknya ada sangat banyak yang bisa dilahap lalu dibuang begitu saja sebagai korban tenggelam

  • Title: Forever Wicked: Ex Nihilo
  • Author: Erwin Adriansyah
  • ISBN: 9786029650488
  • Page: 192
  • Format: ebook
  • Kota Daging , begitulah kaum iblis menyebut tempat laknat yang aslinya bernama Jakarta Dari 10 juta penduduknya, ada sangat banyak yang bisa dilahap lalu dibuang begitu saja sebagai korban tenggelam, korban mutilasi, korban tabrak lari, atau orang hilang jika yang bersangkutan dimakan hingga tak bersisa Belum lagi para gelandangan, anak jalanan, pemulung dan orang orang Kota Daging , begitulah kaum iblis menyebut tempat laknat yang aslinya bernama Jakarta Dari 10 juta penduduknya, ada sangat banyak yang bisa dilahap lalu dibuang begitu saja sebagai korban tenggelam, korban mutilasi, korban tabrak lari, atau orang hilang jika yang bersangkutan dimakan hingga tak bersisa Belum lagi para gelandangan, anak jalanan, pemulung dan orang orang kelas bawah lain yang takkan dipedulikan keselamatannya Jika mereka mati, toh takkan ada yang ambil pusing, kan Tak heran kaum iblis menyukai kota ini Mulai dari sistem keamanan, sistem administrasi kependudukan, hingga sistem kesehatan, semuanya memberikan celah bagi mereka untuk memangsa sesuka hati tanpa takut terekspos oleh publik Dalam kondisi seperti demikian, pemukiman kumuh adalah hidangan prasmanan, sedangkan rumah sakit bak meja penuh sajian menggiurkan.Mungkin itu sebabnya kami berlima memburu iblis, karena tahu hidup orang orang di sini sudah cukup susah tanpa harus menjadi santapan spesies predator Atau bisa jadi karena kami memang membenci iblis dan senang membunuh mereka.Terlepas dari semua itu, satu perburuan akan mengubah hidup kami untuk selama lamanya Satu perburuan, dan semuanya menjadi lepas kendali seperti bola salju yang meluncur liar, menelan siapa saja yang ada di hadapannya Dan kami adalah penyebab utamanya.

    One thought on “Forever Wicked: Ex Nihilo”

    1. Oke, aku sudah lama ngutang review sama penulisnya. Dan kayanya sudah seharusnya hutang itu dilunasi.Forever Wicked adalah karya salah satu teman yang juga bersama2 sharing hasil karya tulisan dan saling belajar di komunitas penulis VGI. Aku juga pertama kali dapet link ke buku ini juga dari penulisnya langsung. Tapi jangan kuatir, review ini dijamin bebas rasa kasihan sesama teman. Hehehehe.Langsung aja, kesan pertamaku dari buku ini adalah this book deliver what it promise. Sebelum masuk ke ba [...]

    2. Pertama-tama,Gw bukan pencinta adegan action dalam tulisan (beda kalau visual). Mungkin itu sebabnya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan membaca e-book ini?? *cari2 alasan* :pBagaimanapun, harus jujur juga banyak adegan pertarungan yang akhirnya kena tombol fast forward, heuheuheu.Oke lah, gw tau si penulis udah bersusah payah mereka adegan2 pertarungan dahsyat bin sadis yang detil sampai ke tetesan-tetesan darahnya segala.Tapi ya buat gw itu semua terlalu banyak. Adegan pertar [...]

    3. Kalau bukan karena tokoh-tokohnya yang super-duper bad-ass, gaya bercerita yang enak dan mengalir, plus mengajari beberapa kosa kata makian baru, aku sudah siap memberikan novel ini dua bintang saja.Love:- gaya penulisannya. I see this guy got some talent in weaving words.- karakter-karakternya yang bervariasi dan berkepribadian lumayan kuat.- secret organization and demon hunters, who doesn't love them? XD- tingkat kedetilan deskripsi yang lumayan- their true devil form, oh yeah.- karena cerita [...]

    4. Jariku saat ini (selain mengetik) sedang mengusap keningku yang berkedut-kedut karena membaca story ini. 130 halaman saja, tidak kuat membaca sampai habis. Lalu sekarang lagi mikir, ceritanya sebenernya apa sih? Bahasa berantakan. POV yang berganti-ganti (aduh bikin pusing beneran deh). Tokoh-tokoh yang tidak ada kedalaman pribadinya sama sekali. NONE AT ALL. Saya bisa saja mengganti kalimat yang diucapkan Dien menjadi Mel dan tidak akan menemukan perbedaannya. Perbedaan antara Edward dan yang l [...]

    5. Ada bagian-bagian yang saya sukai di sini. Misalnya detail adegan. tapi ada yang saya lewat juga sih. Lalu, penggambaran karakter juga ok. Terlepas dari saya suka atau tidaknya pada karakter2 tersebut. Penggambaran cerita bagus. Walau banyak karakter dan masalah cukup rumit, sy bisa menangkap cerita besarnya.Kekecewaan saya adalah ketidak-jelasan inti cerita. Sejak awal tidak jelas apa tujuan dari tokoh-tokohnya. terutama tokoh utama. Apa yang melandasi pembantaian iblis secara sadis itu? Melind [...]

    6. Novel ini mengisahkan tentang lima orang pemburu iblis bernama Ed, Anjas, Mel, Dien, Lee. Mereka tanpa ampun memburu iblis, mulai dari iblis itu sendiri sampai ke keluarganya, bahkan anak yang masih dalam rahim kandungan sekalipun. Ternyata diketahui di tengah cerita kalau mereka berlima ternyata juga merupakan iblis.Well, well. Let's review.Pertama buka novel ini, udah ada peringatan kalau novel ini mengandung sesuatu yang vulgar, kasar, dan blabla lainnya yang hanya bisa dibaca 18+. Oh okay. B [...]

    7. Gw belom pernah baca karya se.apa ya?Beneran kepala gw nyut-nyutan, dada gw sesek, gw sampe nangis baca ini.Iya, gw nangisin iblis-iblis yang mati.Sampe halaman 38 gw udah gak kuat lagi. Tokoh utamanya gak ada yang waras. Gw BENCI semua tokoh utamanya. Gw benci sebenci-bencinya.Oke, si penulis emang udah ngasih tau kalo novel ini bakalan penuh makian dan kekerasan, I don't mind that asalkan mereka punya alasan cukup bagus buat melakukan hal-hal sinting itu. Tapi, yang terjadi di sini adalah, gw [...]

    8. Hal yang kurang aku suka>> kecuali Martha, aku tidak suka dengan semua karakter utamanya>> Bab 2>> Pertempuran antara Christabel dan Annabel, dan pertempuran di Menara Semesta (entahlah, aku merasa, selain bab 1 dan pertempuran setelah di Daemon Dance, seolah kehilangan keseruan pertempurannya yang coba disajikan oleh penulis)>> kata "membokong", mungkin karena aku belum pernah menemukannya di novel lain>> Kurang kuatnya hubungan percintaan Mel dan Dien. Dien yang t [...]

    9. Untuk ide dan jalan ceritanya saya suka. Penuh action yang cukup mendebarkan hanya sebatas cukup, gak ada klimaks yang bisa bikin saya menggila atau berseru "wow, gilaaak!". Kecewa, padahal ini cerita tentang peperangan iblis, seharusnya bisa lebih nendang dengan kesadisannya.Saya merasa kekurangan emosi datar-datar aja, padahal saya sudah menantikan bagian mana yang akan segera mencengkeram dan menarik diri saya untuk ikut terlibat di dalam ceritanya.Di beberapa bagian, saya bertanya "kenapa?" [...]

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *