Di Balik Marx: Sosok dan Pemikiran Friedrich Engels

Di Balik Marx Sosok dan Pemikiran Friedrich Engels Peran Engels kerap dikerdilkan hanya sebagai juru tulis Marx atau sahabat yang bertugas membantu kondisi keuangan Marx Beberapa pengamat bahkan menggambarkannya sebagai penulis amatiran yang telah me

  • Title: Di Balik Marx: Sosok dan Pemikiran Friedrich Engels
  • Author: Dede Mulyanto Martin Suryajaya Iqra Anugrah Coen Husain Pontoh M. Zaki Husein Stanley Khu
  • ISBN: null
  • Page: 342
  • Format: Paperback
  • Peran Engels kerap dikerdilkan hanya sebagai juru tulis Marx, atau sahabat yang bertugas membantu kondisi keuangan Marx Beberapa pengamat bahkan menggambarkannya sebagai penulis amatiran yang telah mengotak atik pemikiran Marx dan bertanggungjawab atas distorsi pemahaman pemikiran Marx di kemudian hari.Buku ini adalah bagian dari upaya merehabilitasi sosok dan pemikiran EPeran Engels kerap dikerdilkan hanya sebagai juru tulis Marx, atau sahabat yang bertugas membantu kondisi keuangan Marx Beberapa pengamat bahkan menggambarkannya sebagai penulis amatiran yang telah mengotak atik pemikiran Marx dan bertanggungjawab atas distorsi pemahaman pemikiran Marx di kemudian hari.Buku ini adalah bagian dari upaya merehabilitasi sosok dan pemikiran Engels yang sesungguhnya dan mendudukkannya sebagaimana mestinya Pemikiran Engels terlalu besar untuk disepelekan Dialah yang memulai studi etnografis atas kaum buruh London, dia pula yang dengan kuat menunjukkan keterkaitan antara kepemilikan privat dengan subordinasi perempuan dan mengungkapkan peran negara sebagai pelestari subordinasi tersebut Engels pulalah yang membuat Marx beralih dari filsafat untuk menerjuni kritik ekonomi politik yang menurutnya merupakan kunci untuk membongkar cara kerja kapitalisme.Kekayaan pemikiran Engels diuraikan melalui beragam contoh kasus, mulai dari evolusi tangan manusia hingga konflik keagamaan di Tibet Diterbitkan dengan kerjasamaIndoProgress

    One thought on “Di Balik Marx: Sosok dan Pemikiran Friedrich Engels”

    1. Pada umumnya, nama penulis buku yang terdiri dari dua orang ditulis sesuai urutan abjad. F dan K tentu saja lebih dulu F, tapi Friedrich Engels lapang dada dan menganggap Karl Marx lebih pantas disebut dan ditulis lebih dahulu. Akhirnya kita mengenal Engels setelah kata dan.Selama ini Engels seolah didudukkan sebagai 'yang kedua'. Kasarnya, Engels tidak signifikan dan tidak bisa didefinisikan kalau tidak ada Marx. Ya sama kayak anggapan beberapa orang tentang Morty Smith sejauh ini. Buku ini ber [...]

    2. Saya baru-baru ini saja belajar soal komunisme ala Marx. Bukan apa-apa,saya hanya tertarik mengkajinya sebagai alternatif cara berpikir saya. Tidak hanya komunis, saya juga mempelajari Islam dan sains - walaupun tentu saja bukan sebagai ahli di sana. Hanya ingin memiliki pandangan yang lebih luas saja.Terus terang, bagi seorang pemula seperti saya, buku ini cukup berat. Pembahasannya penuh dengan istilah komunisme. Buku ini sepertinya cocok untuk jenis pembaca lanjutan yang mengkaji komunisme. J [...]

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *