Jatuh Cinta Diam-diam #2

Jatuh Cinta Diam diam Tak semua perasaan itu harus diungkapkan Ada kalanya dia disimpan di hati Diresapi sendiri Cukup bahagia hanya dengan melihat sosoknya Senyum terkembang saat melihat tawanya Lutut melemas saat dia men

  • Title: Jatuh Cinta Diam-diam #2
  • Author: Dwitasari
  • ISBN: 9786021383445
  • Page: 388
  • Format: None
  • Tak semua perasaan itu harus diungkapkan Ada kalanya dia disimpan di hati Diresapi sendiri.Cukup bahagia hanya dengan melihat sosoknya Senyum terkembang saat melihat tawanya Lutut melemas saat dia menyapa.Tak semua rasa cinta itu harus diumbar ke dunia Ada kalanya dia dipupuk dengan sabar Dinikmati saat mekar.Namun, bagaimana jika yang membuatmu lemas saat dia tertawTak semua perasaan itu harus diungkapkan Ada kalanya dia disimpan di hati Diresapi sendiri.Cukup bahagia hanya dengan melihat sosoknya Senyum terkembang saat melihat tawanya Lutut melemas saat dia menyapa.Tak semua rasa cinta itu harus diumbar ke dunia Ada kalanya dia dipupuk dengan sabar Dinikmati saat mekar.Namun, bagaimana jika yang membuatmu lemas saat dia tertawa bahagia karena orang lain, bukan karena dirimu Saat rona merah pipinya bukan untukmu Saat detak jantungnya yang berkejaran bukan karena berdekatan denganmu Saat sosoknya tidak ada lagi untuk memuaskan matamu Saat itu tiba, mungkin waktunya kamu menyesal, karena terlalu asyik menikmati cinta dalam diam.

    One thought on “Jatuh Cinta Diam-diam #2”

    1. Saya mengamini sinopsis yang berada di balik sampulnya. Menyentuh dan menarik untuk di bawa pulang. Tapi itu strategi pasar. Siapa di dunia ini yang tidak pernah mengalami jatuh cinta diam-diam?Menyukai rekan sesama kantor tapi berujung tidak mau mengungkapkan. Padahal kesempatan jelas terbuka di depan mata. Hal-hal kecil seperti berebut bangku di hari pertama sekolah tapi menjadi awal persahabatan yang dilema karena justru persahabatan itu menumbuhkan cinta. Atau cinta yang hadir karena terbias [...]

    2. ketika membaca buku ini cuman bisa bilang its not my cup of tea hahahaha secara saya pembaca roman dewasa mencoba mengikuti jaman dengan membaca buku ini cuman apa daya tetap bukan cangkir teh saya awalnya saya pikir ini novel ternyata ini kumpulan cerita dan yang saya cukup kaget dwitasari hanya menyumbang 1 cerita di buku ini hmm saya gak bisa komen banyak karena nanti bersifat subjektif cuman overall saya suka covernya

    3. Ada 10 cerpen di buku bersampul biru ini. Walaupun bertema sama, namun cerita-ceritanya dikemas dengan apik dan manis. Setiap tokoh utama dalam masing-masing cerpen di buku ini berkarakter unik, namun agak mirip. Sesuai judulnya, tokohnya sama-sama menyimpan rasa suka yang tak diungkapkan. Ada yang takut mengungkapkan, ada yang memang sengaja nggak pengen si dia tahu, ada yang telat menyatakan, Pokok’e semua dirahasiakan. Bikin geregetan aja, kenapa nggak dikatakan sih kalau kamu suka sama si [...]

    4. Yah, cukup kecewa dengan buku ini. Padahal saya berharap banyak berhubung Mbak Dwitasari cukup berhasil dalam Jatuh Cinta Diam-diam yang pertama. Mungkin karena ekspetasi yang terlalu tinggi kali, ya. Buku ini terkesan agak random dan saya gak menemukan kesan 'wah, ini gue banget' pas baca buku ini seperti sewaktu saya baca Jatuh Cinta Diam-diam yang pertama. Sejujurnya saya kurang menikmati, jadi saya pikir dua bintang saja cukup. Satu bintang untuk cerpen berjudul 'Kopi' dan satu bintang untuk [...]

    5. Kumpulan cerpen roman pop ini nano-nano karena ditulis oleh banyak orang penulis pemula--dengan background yang beda-beda juga tentunya. Namun idenya tetap sama: pahit-manisnya memendam rasa. Di antara semua cerpen, saya paling suka cerpen berjudul "Kopi". Judulnya sederhana, singkat, namun ide dan diksi ceritanya bagus--jika dibandingkan dengan cerpen-cerpen lainnya di buku ini. :)

    6. minjem aja :psebenernya ini cerpen buat teen atau chick ya, soalnya dari 10 cerpen, campur2 gitu, ada yang anak skul, anak kuliahan, ada yang kantoran juga, trus klo ada anak skul baca: dia tidur dengan sahabatku, lah gimanauntuk cerpen2nya. yaa gitu deh :p

    7. Biasanya saya me-review buku yang membosankan pun dengan dua bintang, namun buku ini entah seperti mengalami kemunduran dari bukunya yang pertama. dan Mbak Dwita saya rasa anda dapat menulis yang lebih baij dari itu.

    8. Masih terlalu jatuh cinta dengan "Jatuh Cinta Diam-Diam" yang pertama. Buat saya di JCDD1 semua ceritanya sukses bikin saya suka dengan buku itu. Kurang puas dengan JCDD2.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *