Piano di Kotak Kaca

Piano di Kotak Kaca Wajah Sheila berubah murung Bapak mau bilang karena saya anak pembunuh kan Saya punya sifat kejam dalam diri saya makanya berkali kali saya mendapat masalah Kamu memiliki banyak sifat istimewa Kamu

  • Title: Piano di Kotak Kaca
  • Author: Agnes Jessica
  • ISBN: null
  • Page: 363
  • Format: Paperback
  • Wajah Sheila berubah murung Bapak mau bilang karena saya anak pembunuh, kan Saya punya sifat kejam dalam diri saya, makanya berkali kali saya mendapat masalah Kamu memiliki banyak sifat istimewa Kamu perhatian pada orang lain, kamu ingin sekali terlibat secara emosional dengan manusia lain Singkatnya, kamu sensitif dan peduli terhadap orang lain Tapi orang orang deWajah Sheila berubah murung Bapak mau bilang karena saya anak pembunuh, kan Saya punya sifat kejam dalam diri saya, makanya berkali kali saya mendapat masalah Kamu memiliki banyak sifat istimewa Kamu perhatian pada orang lain, kamu ingin sekali terlibat secara emosional dengan manusia lain Singkatnya, kamu sensitif dan peduli terhadap orang lain Tapi orang orang dengan sifat seperti ini punya kelemahan Apa kelemahannya Jika orang lain kurang peduli terhadapnya, ia akan membenci orang itu Sebuah miniatur piano menjadi kenangan terakhir Sheila akan ibunya Ibunya meninggal karena dibunuh ayahnya sendiri dan sang ayah dipenjara Tinggal Sheila sebatang kara, tanpa kasih sayang orangtua di usianya yang masih belia.Uluran tangan dari saudara angkat ayahnya ternyata membawa kepahitan lain Sheila dijadikan pembantu di tempat tinggalnya yang baru dan berulang kali dianiaya secara mental Sikap keras gadis itu sering kali dikaitkan dengan latar belakangnya yang berayah pembunuh Sheila merasa takut akan emosinya yang mudah sekali meledak sehingga melukai orang orang yang melukai harga dirinya.Satu satunya orang yang mengulurkan tangan tulus padanya hanyalah Bram, pria timpang yang memendam banyak kepahitan akibat kondisi fisiknya Bisakah ikatan yang terjalin di antara mereka mengembalikan jiwa Sheila yang terluka dan merindukan ibunya

    One thought on “Piano di Kotak Kaca”

    1. Setelah lama ga baca bukunya Agnes Jessica, sekarang jadi inget lagi betapa kejamnya si Agnes Jessica ini. Karakter utamanya selalu bernasib mengenaskan. Udah jatuh, ketimpa tangga, tulang patah, diinjek orang lagi. Kira-kira begitulah penggambaran yang pas untuk membayangkan kehidupan si pemeran utama dalam cerita ini. Novel ini bercerita tentang kehidupan Sheila. Usianya masih 15 tahun, namun sudah begitu banyak kesulitan hidup yang ia hadapi. Semuanya bermula ketika orangtuanya bertengkar heb [...]

    2. I gave this book 2/5 stars.Back in the sixth grade me and my friends all read AJ’s books. One of my friend would buy her book and then the rest of us will borrow it and read it like it was the bible. We all loved it. I guess for a sixth grader what I really love about AJ’s books were the men, the romance, and most of her books are Adult romance and the plot and the writing style was different from other novels. I’ve been wanting to re-read her books for sometime now so I started reading th [...]

    3. Dari kecil Sheila sudah hidup dalam kondisi keluarga yang penuh konflik. Ayahnya selalu memukuli ibunya. Sampai suatu ketika, ibu Sheila menghilang dan ayahnya dituduh menjadi pembunuh ibu Sheila.Tetapi jasad ibunya tak dapat ditemukan. Sebelum ibunya meninggal, ia sempat memberikan suatu miniatur piano di kotak kaca kepada Sheila sebagai kenang-kenangan terakhir. Sheila selalu menjaga barang itu dengan baik.Karena ayahnya dipenjara, Sheila terpaksa tinggal di rumah Haryanto, adik angkat ayahnya [...]

    4. Wajah Sheila berubah murung. “Bapak mau bilang karena saya anak pembunuh, kan? Saya punya sifat kejam dalam diri saya, makanya berkali-kali saya mendapat masalah.”“Kamu memiliki banyak sifat istimewa. Kamu perhatian pada orang lain, kamu ingin sekali terlibat secara emosional dengan manusia lain. Singkatnya, kamu sensitif dan peduli terhadap orang lain. Tapi orang-orang dengan sifat seperti ini punya kelemahan.”“Apa kelemahannya?”“Jika orang lain kurang peduli terhadapnya, ia akan [...]

    5. ga suka ma alurnyaagis bener nasib neh anak1.dituduh jadi anak seorang pembunuh2.dijadikan pembantu dirumah pamannya sendiri3kolah dikucilkan teman2nya4ntanya juga tragis

    6. Sungguh aku menyukai kisah perjalanan hidup Sheila dan takdir2 yg terjadi pada akhir cerita. Novel ini ingin mengajarkam kita bahwa : 1. sesuatu yg sudah ditakdirkan utk kita tak akan pergi atau bahkan nyasar ketempat lain. No metter how hard the situation who yours is will be yours. seperti kisah cinta Bram dan Sheila meski berkali2 diterpa masalah yg membuat mereka saling membangun jarak pun akhirnya jarak tersebut semakin dekat. 2. Jangan mencari jalan potong agar kita bisa meraih sesuatu dgn [...]

    7. Bagus buat bacaan ringan, apalagi yg demen cerita romance semacam sinetron.Here is my favorite conversation, between Eman & Sheila.“Ada kalanya Sheila, yang baik menurut kita belum tentu baik bagi orang lain. Jangan menyuruh orang lain untuk memakai sepatu kita. Ukurannya belum tentu sama.”Sheila terdiam, lalu mengambil metafora yang sama, “Kalau sepatunya Sheila belikan untuk dia? Dan Sheila sudah belikan ukuran yang cocok buat dia?”“Tetap saja belum tentu cocok. Siapa tahu modeln [...]

    8. [Review]Actually this writer is one of my fave author. I has known her since I still in High School. Karya pertama yang saya baca adalah Jejak Kupu-Kupu yang memang sampai saat ini masih meninggalkan jejak di hati saya #cihuyy. Piano di Kotak Kaca sebenarnya sudah sangat lama saya baca. Masih ketika saya berseragam abu-abu. Karangan Agnes Jessica ini selalu mengambil sisi kekelaman hidup seseorang. Yang membuat saya ketika membacanya selalu bertanya, masihkah ada orang yang seperti ini di jaman [...]

    9. Pertama kali kenal buku ini dari temenku yang bawa cetakan pertama buku ini ke sekolah setelah aku baca aku langsung jatuh cinta ama buku ini. Ceritanya bagus dan menyentuh (meskipun aku ga sempet baca ampe abis T_T). Tokoh utama cerita ini, Sheila sering menyaksikan KDRT yang dilakukan oleh ayahnya, Charles pada ibunya, Mira. Suatu hari Mira menghilang. Charles dituduh membunuh istrinya itu karena malam sebelumnya, beberapa tetangganya melihat Charles membawa sebuah karung besar (yang diduga ku [...]

    10. Sejak kecil, Sheila hidup dalam lingkungan keluarga yang buruk. Ayahnya, Charles, selalu bertengkar dengan Ibunya, Mira. Tak jarang wajah Ibunya lebam- lebam karena dipukuli sang Ayah. Suatu hari, Charles ditangkap polisi karena dituduh membunuh Mira. Memang sejak dua hari yang lalu Mira menghilang. Malam hari itu juga Charles kedapatan menyeret karung yang diduga kuat berisi mayat Mira.Karung itu hanyut. Jasad Mira tidak ditemukan. Awalnya Charles tidak mengaku, tetapi ia mengaku pada akhirnya. [...]

    11. Don't judge people, unless you've been in their shoes before. Sheila, sebatang kara setelah ditinggal sang ayah yang harus mendekam di bui dengan tuduhan membunuh istrinya sendiri. Status Sheila sebagai anak pembunuh membuatnya tidak diterima dimanapun, bahkan di keluarga Oom satu-satunya yang mencoba berbaik hati kepadanya. Karena dianggap sebagai ancaman bagi keluarga Oomnya, sang Tante yang sejak awal tak suka dengan keberadaannya memindahkan Sheila ke asrama putri dan disanalah semua kisah b [...]

    12. Sebenarnya, aku udah tau soal bukunya Agnes Jessica yang ini, tapi ga pernah baca karena udah g jual di tokoh buku lagi T_T. Tapi kemarin,aku liat cetakan kedua buku ini,dan aku langsung beli ^^. Bukan buku Agnes Jessica favoritku,tapi aku suka sama ceritanya. Sweet banget! Apalagi sama Reza,g nyangka dulunya dia laki-laki yang suka seenaknya begitu akhirnya berubah menjadi seorang laki-laki yang perhatian dan baik banget lagi. Sayang terlalu banyak kebetulan, bahkan alasan dari petualangan si S [...]

    13. I could feel that Agnes Jessica emotionally involved in the story. The dramatic scenes were really really sad. I almost cried in some scenes. And I really really like the romantic scenes. Bram and Sheila's desires to love each other were so big, even I (uninvolved person) in that story could feel it, yes, i could feel their passions. However, I felt that the story was forced, that it had to be a good ending, so it was like to be stirred into that plot. And, I could imagine that the story would b [...]

    14. ini salah satu buku agnes jessica yang saya suka. cerita tentang seorang anak yang berasal dari keluarga berantakan, tapi kemudian bertemu dengan seorang pengarang pincang yang usianya 20 tahun di atasnya. setelah mengalami beberapa kejadian, mereka pun saling jatuh cinta.(sebenarnya saya ga sangka mereka bakal fall in love XD)ceritanya memangs edikit klise sih, dan agak lebay berbau sinetron. tapi karena agnes jessica piawai mengalirkan ceritanya, dan karakter2nya cukup kuat, jadi mau tak mau s [...]

    15. Too much. Baik dari tokoh, alur cerita dan konflik-konfliknya. Dan juga banyak adegan-adegan nggak penting yang diceritakan. Konflik-konflik sebelum ending terlalu banyak. Berlebihan jumlahnya. Walaupun memang arah ceritanya memang terpusat pada judul. Kalau saja konfliknya difokuskan pada yang benar-benar sesuai dengan alur utama, buku ini mungkin cukup worth to buy. Despite of paper quality dan cetakannya.

    16. ni buku indo pertama yg g pinjem dari ang mo kio national library,perpus umum dket hum g. buku mayan tevel,tp bagus crtny.yan menyentuh.lai hidup yg g petik dr buku ini tuh apa pun yg terjadi dlm hidup,qt hrs sabar ngejalaninny n seberat apa pun yg qt alami,suatu saat bakal berakhir=]

    17. Agnes Jessica salah satu penulis Indonesia favoritku.Tulisannya bagus-bagus banget.Diantara semua bukunya yang kubaca, rata-rata bisa kuselesaikan dalam sehari karena cara penceritaannya yang membuat kita penasaran, sehingga tidak ingin lepas dari tulisan-tulisannya.Topik yang basi sekalipun, bisa ditulis dan di rangkai dengan begitu indah.Thumbs up for you sist. :-)

    18. Ini karya pertama Agnes Jessica yang takbaca. Ceritanya taktertebak. Rumit. Tapi masih sesuai dengan realitas yang ada. Setelah baca novel ini langsung ketagihan baca karyanya dia yang lain. Bahkan setelah kira-kira 8 tahun membaca karya ini, aku masih kebayang sama kisahnya dan beberapa detailnya. Entah kenapa, karakter dan cerita di dalamnya bisa melekat banget.

    19. Yang bikin saya beli novel ini adalah karena pengarangnya Mba Agnes yang juga telah menelurkan novel kece banget berjudul "Bidadari Bersayap Biru". Agak kecewa dengan isinya karena tidak sesuai dengan harapan. Tapi dikarenakan konfliknya nggak biasa, aku jadi berani kasih bintang 3, meskipun kurang suka sama tokoh utama yang usianya terpaut terlalu jauh menurut aku sih.

    20. Overall oke, walopun diawal rada ngebosenin cCeritanya khas dengan gaya cerita Agnes Jessica. Dan yang ngga boleh dilupa, ceritanya malah mengingatkan dengan beberapa potongan kisah lainnya dari penulis ini. Agak terlalu mudah ditebak memang, tapi anehnya tetap memikat.

    21. oke baru punya ini novel karena cetak ulang baru hehehe.perti biasa ceritanya selalu memukau,walau ada beberapa bagian yang bikin gregetan dan nyebelin banget!! tapi,tetep aja kerenlah yaa *bingung mau review apaan lagi* -__-

    22. sebuah kesalahpahaman menghancurkan segalanya namun kemudian membawanya pada cinta yang tak berkesudahan dan tidak dapat dilepaskan lagi oleh SHEILA yang hidup memberantakin hidupnya oleh masa lalunya yang pahit.

    23. pertama kali baca buku Agnes Jessica tuh yg piano di kotak kacaner" bikin terharu dgn sosok utamanya, hhmmmblajar ttg keikhlasan dan cinta yg kuat lewat novel ini :)

    24. Aku pertama kali baca novel tuh , karangannya k' Agnes Jessica Aku langsung jatuh cinta sama caranya bercerita Sampai sekarang pun tetap seperti itu (y)

    25. Keren. Bagus. Ah gila suka banget. bram umurnya 30+ tp seolah olah bram umurnya sm kyk si sheila. keren deh

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *