Earth Dance

Earth Dance Earth Dance the story of four generations of Balinese women centers on conflicts that arise between the demands of caste and personal desires Narrated by Ida Ayu Telaga a Balinese woman in her thir

  • Title: Earth Dance
  • Author: Oka Rusmini Laura Noszlopy Rani Amboyo Thomas M. Hunter
  • ISBN: 9789798083822
  • Page: 262
  • Format: Paperback
  • Earth Dance, the story of four generations of Balinese women, centers on conflicts that arise between the demands of caste and personal desires Narrated by Ida Ayu Telaga, a Balinese woman in her thirties, the novel shows Balinese women as depicted by her mother, grandmother and female peers to be motivated by two factors the yearning to be beautiful, and the desire forEarth Dance, the story of four generations of Balinese women, centers on conflicts that arise between the demands of caste and personal desires Narrated by Ida Ayu Telaga, a Balinese woman in her thirties, the novel shows Balinese women as depicted by her mother, grandmother and female peers to be motivated by two factors the yearning to be beautiful, and the desire for a high caste husband Headstrong Telaga defies her mother s wishes and marries the man of her dreams, who is a commoner Thus, in a reversal of societal expectations, as shown in the novel by images of women who aspire to liberation through marrying up, Telaga s emancipation is implicitly characterized as a move downwards, through transformation to the status of a commoner Earth Dance also reveals that like high caste status beauty, too, has a price Behind the thick, glossy hair and golden complexion, lies a web of jealousy, derision and intrigue Telaga, whose life is controlled by her mother s avarice, her mother in law s bitterness and the greed of her sister in law, has frequent cause to wonder Is this what it means to be a woman

    One thought on “Earth Dance”

    1. Tarian Bumi, Tarian Langit Matahari“Kelak, kalau kau jatuh cinta pada seorang laki-laki, kau harus mengumpulkan beratus-ratus pertanyaan yang harus kausimpan. Jangan pernah ada orang lain tahu bahwa kau sedang menguji dirimu apakah kau memilki cinta yang sesungguhnya atau sebaliknya. Bila kau bisa menjawab beratus-ratus pertanyaan itu, kau mulai memasuki tahap berikutnya. Apa untungnya laki-laki itu untukmu? Kau harus berani menjawabnya. Kau harus yakin dengan kesimpulan-kesimpulan yang kaumun [...]

    2. Excellent! I loved this!Tari Oleg Tamulilingan, a Balinese dance of love, the male and female dancer imitate the flirtatious behavior of bumblebees.It was just by chance that I stumbled upon this book in my library - Erdentanz by Oka Rusmini, which is originally called "Tarian Bumi" in Indonesian and translated means "Earth Dance". It's a short novel about the lives of Balinese women over 4 generation and highlights different aspects of Balinese culture. Truly enjoyed this!One theme that was lar [...]

    3. Ini tentang perempuan Bali, dan kelamnya menjadi perempuan di dunia yang sangat patriarkis.Tapi rasanya berlebihan jika buku ini dibilang sebagai 'luar dalamnya Bali' karena masih ada yang kurang digali oleh Oka Rusmini. Saya juga agak sangsi ketika dibilang perempuan-perempuan ini pendobrak adat, tapi kenyataannya, di akhir mereka tunduk kepada adat. Pendobrakan terhadap adat bukan hanya sekedar 'pindah kasta dengan begitu besarnya pengorbanan', pendobrakan terhadap adat seyogyanya dihadiri ole [...]

    4. Satu hal yang saya sesali saat membaca buku ini adalah, "Sial! Kenapa baru membacanya sekarang, ya?". Buku ini akan bermanfaat sekali sebagai sebuah referensi di kelas Gender yang sedang saya ikuti. Dan lagi, secara pribadi, saya temukan beberapa kesamaan karakter perempuan Bali dan Minang: ambivalensi kelembutan dan kekuatan. Saya ingat Ibu, Nenek, dan Nenek Uyut ketika membaca ini. :)(Dan tentu saja, saya jadi suka sekali nama Wayan dan Telaga!)

    5. Cetakan pertama, April 2000Cetakan keempat, Juli 2004Saya belum pernah pergi ke Bali, jangankan ke Bali naik pesawat saja saya belum pernah. Ah katanya pengagum Habibie. Ironis memang. Tapi setelah membaca novel Tarian Bumi, setidaknya saya tahu sedikit tentang kultur di Bali.Jika novelis Inggris, Graham Greene, merasa telah menemukan India yang sebenarnya justru dalam novel-novel dan cerita-cerita pendek yang di tulis R.K. Narayan, maka tak berlebihan jika kita telah menenmukan Bali yang sebena [...]

    6. Sukaa ama buku ini. Mengupasa bagaimana sifat dan sikap wanita, dalam hal ini digambarkan oleh wanita Bali. Review lengkap menyusulSekar sudah capek menjadi orang miskin. Sudah dikucilkan tetangga karena bapaknya diduga PKI, ibunya dirampok dan diperkosa pula. Bagi Sekar, jalan menuju kebahagiaan yang ia cari adalah dengan menjadi seorang penari dan menikah dengan lelaki Brahmana. Apapun akan ia lakukan demi mendapatkan kebahagiaan tersebut sekalipun menjadikan hati dan telinganya beku dan batu [...]

    7. Betapa indah sekaligus repotnya menjadi perempuan Bali. Mereka sungguh penuh akan taksu, penuh daya pikat yang entah mengapa sampai sekarang masih bisa saya lihat dan rasakan (apalagi ketika sedang bersama mama dan masyarakat di kampung halaman). Mereka kuat dan tangguh. Maka dari itulah, para Dewata menjadikannya makhluk yang dihadapkan dengan beragam problema. Dibandingkan para laki-laki Bali, mereka sangat sulit untuk menentukan pilihan-pilihannya sendiri: karena kasta, karena adat, karena ag [...]

    8. Tarian Bumi karya Oka Rusmini ini menggunakan narrative order yaitu narasi yang dimulai di tengah-tengah perkembangan kejadiannya sesuai dengan pengisahannya. Telaga sebagai pencerita memberitahu kita sejarah keluarganya dari kedua neneknya (Ida Ayu Sagra Pidada dan Luh Dalem) sampai dirinya memiliki seorang anak, Luh Sari.Bila diceritakan secara kronologis, novel ini dapat dimulai dengan perjalanan hidup Luh Sekar, ibu Telaga. Selama masih menjadi perempuan sudra (kasta terendah dalam masyaraka [...]

    9. Novel pertama Oka Rusmini yang saya baca dan berhasil membuat hati saya jatuh sejatuh-jatuhnya lewat gaya bertutur dan jalan ceritanya. Mengisahkan kehidupan segelintir perempuan Bali yang bergerak bersama zaman tanpa meninggalkan tata cara dan rautan adat istiadat kental yang telah mendarah daging. Unsur kasta yang lekat, sensualitas yang merangkak bersama geliat gerakan tari, cinta yang berbenturan dengan norma, dan relikui masa lalu yang bertahan di tengah perubahan peradaban yang terus berge [...]

    10. Garuk-garuk kepala baca novel ini. Bukan karena enggak ngerti tapi terkaget-kaget.Oka Rusmini mengangkat tema feminisme di sini. Semua tentang perempuan. Perempuan bangsawan yang begitu angkuh dan perempuan sudra yang begitu ambisius. Keambisiusan untuk mengangkat derajat diri dan keluarga yang membuahkan kegetiran seluruh jiwa raga. Ya memang selalu ada harga untuk sebuah tujuan. Kemudian, perempuan yang menyukai sejenisnya, namun ia dapat menahan nafsunya tersebut.Luh Sekar (Jero Kenanga)-pere [...]

    11. Jujur, daya tarik novel ini bagi saya adalah ketika saya membaca sampul belakangnya dan mendapatkan satu kata: Bali. Entah kenapa Bali seperti punya magnet tersendiri bagi saya. Mungkin karena dulu--bertahun-tahun yang lalu--saya pernah ke sana dan saya jatuh cinta dengannya, lalu berharap suatu saat nanti saya bisa kembali ke sana. Mungkin juga karena dulu--bertahun-tahun yang lalu juga--saya pernah berharap punya pacar orang Bali. Ihiy. Uhuk. *batuk-batuk*Cukuplah curhat saya tentang Bali. Any [...]

    12. “Kelak kalau kau jatuh cinta dengan seorang laki-laki,kau harus mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan yang harus kau simpan.Apa untungnya laki-laki itu untukmu.Jangan pernah menikah hanya karena kebutuhan atau dipaksa oleh sebuah sistem. Menikahlah kau dengan laki-laki yang mampu memberimu ketenangan, cinta, dan kasih.” (Rusmini, 2004: 21)Salah satu novel karya Oka Rusmini yang sarat dengan pemberontakan perempuan terhadap budaya dan adat yang merugikan. Tarian Bumi menampilkan dunia perempuan [...]

    13. Tarian Bumi mengisahkan tentang perempuan pada 3 generasi di Bali, yang berjuang dengan perjuangannya masing-masing. Tarian Bumi banyak mengupas kebudayaan Bali. Ditengah keunikan alur ceritanya, para pembaca dapat lebih memahami sistem kebudayaan yang diterapkan di Bali.Bagi masyarakat yang sudah mengenal dan mengamalkan liberalisme, kisah dalam buku ini akan terasa menggambarkan ketidakadilan untuk kemanusiaan, terutama dengan sistem kasta yang berlaku kuat (tanpa kompromi) di Bali. Namun di s [...]

    14. Kaya'nya Oka Rusmini ini adalah seorang feminis yang memuja otonomi tubuh perempuan. Pesan yang bisa ditangkap dari buku ini:1. Lesbianisme itu sah, karena terserah perempuan tubuhnya mau dibawa ke mana2. Susah ya hidup di Bali (dengan segala adat yang kompleks)3. Laki2 itu lebih parah dari buaya, makhluk tak bermoral, nggak ada bagus2nya.Novel yang bagus untuk bahan analisis dari perspektif sosio-kultur dan feminisme. Tapi tidak disarankan untuk yang mencari pencerahan spiritual.

    15. Sejauh ini, Tarian Bumi merupakan satu-satunya referensi saya mengenai kebudayaan Bali yang "asli", yang tidak menampilkan indahnya pura-pura kuno atau eksotisnya tari-tari Bali yang tersohor sampai ke mancanegara. Tarian Bumi lebih jujur, kisahnya lebih membumi, dan membuka mata para pembacanya tentang apa artinya menjadi seorang perempuan Bali di tengah masyarakat yang terpola-pola menurut kasta.

    16. cerita tentang perempuan Bali dan realita yang harus dihadapi mereka. Ada yang kurang dengan penceritaannyaperti tergopoh-gopohtau-taunya udah selesai ajah aku baca buku ini hanya dalam waktu 2 jam

    17. Bali selalu menjadi tempat menarik dengan adat dan budayanya. Tapi pengetahuan terhadap Pulau Dewata hanya sebatas yang diiklankan oleh media dan pariwisata. Sebuah pulau dengan budaya, adat dan alam yang eksotis dan indah. Tapi sejauh mana sosial dan manusianya?Buku ini membuka wawasan baru mengenai Bali. Sebuah tatanan sosial dengan adat dan agama yang kuat. Dan ternyata tatanan kasta dan sistem patriarki masih mendarah daging di masyarakatnya. Setidaknya itu yang tergambarkan di buku ini. Nov [...]

    18. "Jangan pernah menikah hanya karena kebutuhan atau dipaksa oleh sistem. Menikahlah kau dengan laki-laki yang mampu memberimu ketenangan , cinta, dan kasih. Yakinkan dirimu bahwa kau memang memerlukan laki-laki itu dalam hidupmu. Kalau kau tak yakin, jangan coba-coba mengambil resiko.""Carilah perempuan yang mandiri dan mendatangkan uang. Itu kuncinya agar hidup laki-laki bisa makmur, bisa tenang. Perempuan tidak menuntut apa-apa. Mereka cuma perlu kasih sayang, cinta, dan perhatian. Kalau itu su [...]

    19. Sebuah novel tentang perjuangan perempuan dalam mengarungi kerasnya kehidupan. Adat istiadat di masyarakat termasuk hal yang harus mereka hadapi. Salah satunya adalah sistem kasta. Di satu sisi memang begitulah adat umat Hindu di Bali, sesuatu yang memang sudah pakem dan tak terhindarkan. Sisi lain sistem kasta menjadi sebab berbagai konflik yang dialami tokoh. Tetapi bukan kekastaan yang menjadi pesan dalam novel ini, melainkan bagaimana si tokoh tetap bertahan dengan cara mereka masing-masing. [...]

    20. Jika ingin memahami Bali lebih dalam, novel ini layak dibaca. Meski konon banyak menimbulkan kontroversi, novel ini banyak memberikan gambaran Bali kepada para pembaca. Membaca novel ini saya jadi mengingat-ingat lagi suasana Bali saat melakukan beberapa kali lawatan ke Pulau Dewata ini. Kita mengenal Bali hanya sebagai tempat destinasi wisata yang eksotis dan kaya warna lokal. Jarang sekali kita kesana untuk memahami bagaimana sebenarnya budaya masyarakat Bali.Novel ini memang banyak membicarak [...]

    21. Sebagai wanita yang berasal dari pulau yang sama dengan tokoh utama disini, saya diingatkan kembali tentang beberapa hal yang kiranya cukup menantang dan saya sendiri tidak tertarik berkecimpung terlalu dalam, seperti adat, tradisi, dan kasta.Namun cerita ini, walaupun fiksi, mampu menggugah perasaan dan empati bahwa hidup bermasyarakat, apalagi dengan menyandang status wanita Bali dan tinggal di Bali, sangat berbeda ketika saya melihat bagaimana kehidupan dan peran wanita di masa pra-keluarga a [...]

    22. Tidak mau selesai dalam meningkatkan harkat martabat; Sekar menolak siapapun lelaki kecuali jika datang dari griya (sebutan bagi kelompok masyarakat bangsawan; dalam kasta Brahmana). Menikahlah Sekar dengan laki hidung belang anak tunggal dari pasangan ida bagus dan ida ayu; namanya Ida Bagus Gurah Pidada. Sekar menjadi buron-buron serta bayang segala aturan juga amarah mertua (tidak sudi bagi mertua menerima secara serta-merta mantu seorang Sudra); apalagi penari macam Sekar; berapa banyak suda [...]

    23. Kau pernah bahagia? Kalau kau mendapatkan hadiah itu dari hidup, kau harus bersiap-siap, karena beberapa detik lagi penderitaan akan berdiri dengan angkuhnya di hadapanmu. Suara batin yang sering memaksanya untuk sadar, bahwa hidup memang harus disiasati, sebelum manusia hanya sekedar jadi pecundang. (hal.84)Novel yang bercerita perempuan 3 generasi di Bali yang masih kental dengan kasta sosial.

    24. Terimakasih Gramedia buat diskon harbolnasnya, walaupun nyampenya super telat, berkatmu saya bisa dapet novel ini hihi. Bukunya gak terlalu tebel sih, kalo saya selesai dalam sekali duduk dari Jogja-Cilacap atau kurang lebih 3 jam. Cuma satu kata yang keluar di otak pas nyampe di halaman terakhir: gila.Iya gila. Buku ini jauh melampaui ekspektasi dan sukses bikin batin saya terhempas. Mindblowing. Pertama, buku ini mengenalkan tentang budaya patriarki di Bali (yang gak pernah saya duga sebelumny [...]

    25. Perempuan Bali itu, perempuan yang tidak terbiasa mengeluarkan keluhan. Mereka lebih memilih berpeluh. Hanya dengan cara itu mereka sadar dan tahu bahwa mereka masih hidup, dan harus tetap hidup. Keringat mereka adalah api. Dari keringat itulah asap dapur bisa tetap terjaga. Mereka tidak hanya menyusui anak yang lahir dari tubuh mereka. Mereka pun menyusui laki-laki. Menyusui hidup itu sendiri.

    26. Novel ini ceritanya tentang kehidupan beberapa perempuan Bali ditengah adat yang masih menganut sistem kasta yang penuh keterbatasan dan jarang bisa dikompromikan dengan kemajuan zaman maupun perasaan. Tapi meskipun dengan segala kekakuannya, sistem ini masih memberi kebebasan buat para penganutnya untuk memilih jalan hidup masing-masing walaupun harga yang dibayar terkadang harus sangat mahal.

    27. Dalam Novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini ini selain ia menggambarkan bagaimana politik oligarki pada budaya adat sistem kasta masyarakat Bali, Oka juga menggambarkan bagaimana luka dan perjuangan perempuan penari Bali dalam setiap napas para tokohnya. Karya feminisme milik Oka ini patut menjadi bacaan menarik sekaligus kaya pengetahuan tentang Bali bagi siapa saja yang membacanya.

    28. Really an awesome book!Although the premise of the story is not complex, but you will understand the layers of real life. Different people had different ways of live.Oka Rusmini could potray the layers of life, that life is not always a constant flow.

    29. Berkisah tentang kehidupan para perempuan Bali. Perempuan dengan kasta yang berbeda namun memiliki penderitaannya masing-masing. Termasuk penderitaan perempuan yang berhubungan dengan budaya, pernikahan dan tentunya dengan laki-laki.

    30. Awalnya agak membingungkan bagi saya. Apalagi istilah-istilah panggilan dalam keluarga Bali. Tapi lembar demi lembar terbaca, sangat menarik. Kita dihadapkan kenyataan percintaan yang terhalang kasta. Sangat saya rekomendasikan bagi penikmat novel berlatar budaya.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *