Musso: Si Merah di Simpang Republik

Musso Si Merah di Simpang Republik None

  • Title: Musso: Si Merah di Simpang Republik
  • Author: Tim Buku TEMPO
  • ISBN: 9789799103062
  • Page: 369
  • Format: Paperback
  • None

    One thought on “Musso: Si Merah di Simpang Republik”

    1. Membaca tokoh satu ini juga menarik diikuti. Menerima perannya yang tidak kecil dalam membentuk sejarah republik ini dalam perlawanan terhadap partai yang dibangunnya sejak 1920an. Barangkali sebelum Aidit kemudian dicitrakan sebagai musuh bersama oleh Orde Baru, jarang orang tahu Musso sebagai orang penting di partai berlambang palu arit. cita-citanya mendirikan negara komunis di bumi nusantara menjadi sekedar sejarah karena pertentangan dari pemerintah. Tetapi kegigihan orang ini dalam menggal [...]

    2. Masih gak percaya baca buku ginian :D Banyak hal yang sebenarnya ada di buku sejarah waktu jaman SD-SMP, tapi gak pernah penasaran cari tau secara mendalam karena memang gak suka sejarah Akhirnya buku pelajaran sejarah dan materinya hanya lewat selintas di otak Super sekali buat orang yang sudah ngerti sejarah negeri kita sedari dini Buku ini lumayan bikin saya 'kepo' tentang seluk-beluk PKI yang memang terpatri negatif karena terlarang (saya pun dari dulu terdoktrin demikian tanpa membaca lebih [...]

    3. I'm dissapointed that there's not much revealed of who Musso really was. It has investigative reports of the events happened during that era, but not much about the person himself or why he choose to do what he did.

    4. Akhirnya memulai membaca seri buku orang kiri Indonesia dari Tempo. Klo boleh jujur, sempat kesulitan mencari buku ini ketika beberapa waktu yang lalu muncul desas-desus bangkitnya PKI. Salah satu alasannya ada acara sarasehan di Jakarta yang membahas PKI. Pendapat saya pribadi sih, konyol jg berfikir klo PKI akan bangkit lagi. Salah satu alasan utamanya adalah, negara2 yg dulunya komunis banget saja (contohnya China) mulai meninggalkan (sedikit demi sedikit paham yang uda usang ini, kita malah [...]

    5. * Books 188 - 2014 **Musso. hanya nama itulah yang kita kenal didalam buku-buku sejarah bahwa beliau adalah seorang tokoh kiri Indonesia yang memimpikan tentang negeri yang adil, setara dan merdeka seratus persen. Sayangnya ia memilih jalan radikal yang bersebrangan baik dengan tokoh-tokoh yang tidak berpaham komunis dan bahkan berselisih paham dengan kalangan orang kiri seperti Tan Malaka. Musso lahir di Kediri pada tahun 1897 di Desa Jagung, Kecamatan Pagu, Jawa Timur dan dikenal dengan anak y [...]

    6. Berbagai cerita sejarah tentang tokoh PKI tahun 1930. Sungguh buku ini sangat mencerahkan bagi yang awam tentang sejarah. Khususnya bagi angkatan 90-an yang persis menerima pelejaran sejarah versi orde baru yang sangat memojokkan PKI. Musso merupakan pria kelahiran kediri, yang mana pada umur 22 tahun sudah bergabung dengan PKI. uMUR 23 tahun Musso telah melakukan pemberontakan di afdeling-B Cimareme Jawa Barat. Musso ini pernah menjalin hubungan dengan komunis internasional di Ceko dan Rusia. B [...]

    7. Sebenarnya saya mengharapkan mendapat latar belakang sosial politik tentang peristiwa Madiun 1948 dari buku ini, tetapi yang lebih banyak digambarkan dalam buku ini adalah konflik antara tentara Divisi Siliwangi dengan Divisi Panembahan Senopati, serta upaya Hatta untuk menghilangkan pengaruh kaum komunis dalam tentara Indonesia dengan program Reorganisasi dan Rasionalisasi (Re-Ra) yang diduga didukung Amerika dengan adanya Red Drive Proposal. Meski tidak mendapatkan yang saya harapkan, buku ini [...]

    8. Buku - buku yang membahas tokoh-tokoh golongan "kiri" di Indonesia mungkin baru belakangan ini dapat kita nikmati. Terutama semenjak Paristiwa Reformasi tahun 1998. Keterbukaan ini harusnya kita nikmati agar pemahaman kita tentang sejarah yang banyak diotak-atik oleh Penguasa Orde Baru dapat kembali menemui titik cerah.Musso sebagai salah satu tokoh sentral PKI memiliki banyak kisah yang belum kita ketahui. Itu juga termasuk bagaimana perseberangan pemikirannya dia dengan tokoh lain seperti Tan [...]

    9. Isi bukunya di luar ekspektasi banget dan beda dibandingnya tiga buku seri orang kiri Indonesia lainnya. Yang banyak ditulis soal kondisi politik Indonesia pada masa hidupnya Musso, padahal yang diharapkan itu cerita soal kehidupannya Musso sendiri.Tapi, rasa kecewanya bisa diatasi sama kalimat penutup di buku ini.Sejarah hanya merekam kisah hitam hidupnya tanpa pernah melihat sisi lain dari perannya sebagai aktivis politik yang menentang fasisme, imperialisme, dan kolonialisme. Sama seperti tok [...]

    10. Membaca ini, dibarengi buku seri lainnya tentang Aidit dan Tan Malaka, membikin pemahaman soal sejarah PKI jadi lebih mendalam.Dari sini bisa dimaklumi mengapa pemberontakan 1926 dan 1948 (jika memang pantas disebut demikian) gagal. Selain miskomunikasi, juga temperamen tinggi Musso.Hal demikian bs menyebabkan pengambilan keputusan kurang jernih karena kadung emosi dgn Tan (1926) dan Hatta (1948).Musso, andai lebih berkepala dingin seperti Tan mungkin jalannya sejarah bisa sangat berbeda. Apalag [...]

    11. rhe masih tetap samar-samar membayangkan bapak satu ini. dari peran awal na yang menghidupkan kembali organisasi komunis di indonesia sampai tuduhan melakukan pemberontakan. dengan sifat keras na apa yang coba dia selamatkan? saat yang lain na berjuang musso terkesan meninggalkan arena pertarungan dan kembali ketika ada panji-panji.jadi, peran apa yang dimaksudkan? hanya karena diburu, hampir ditangkap dan ditembak mati apakah bisa langsung menjadi orang kiri?-24 '13-

    12. Buku "Musso" ini adalah buku pertama yang saya baca dari Seri Buku Tempo: Orang Kiri Indonesia. Penceritaannya yang berimbang, tidak hanya dari segi sepak terjang politik, tetapi juga dari sisi pribadinya, membuat buku ini unik. Saya pun tertarik untuk membaca seri Orang Kiri yang lain. Kekurangannya, cara penulisan yang kurang sistematis dan ada beberapa bagian yang diulang, serta riset dan cerita yang kurang mendalam.

    13. Kanan dan Kiri adalah label. Semua pernah punya andil dalam berjuang melawan penjajah, semua pernah salah dalam mengambil nyawa manusia biasaMusso sebagai salah satu tokoh Kiri punya jasa terhadap negeri ini namun juga punya darah di tangannya. Gelap mata terhadap sejarah hanya akan membuat mudah terhasut dan melihat semua sebagai hitam-putih, lebih parah lagi sebagai konspirasi

    14. Dulu ketika saya kecil, saya sempat terngiang-ngiang dengan nama Musso dan sampai beberapa hari yang lalu masih mengira bahwa Musso terlibat dengan aksi G30S. Nyatanya itu salah. Musso keburu meninggal pada tahun 1948 setelah terjadi "pemberontakan" di Madiun yang bagi sebagian kalangan dinilai merupakan perseteruan antara beberapa divisi di tentara yang berbeda pandangan politiknya.

    15. Pendapatku tentang Musso ini adalah orang cukup serius, tidak seperti Njoto yang cenderung santai dan necis. Musso ini kubaca bergiliran denga bapak. Tapi bukan itu masalahnya, buku ini bagus tapi tak mengupas sosok Musso dengan lebih rinci lagi.

    16. Musso Selama ini hanya tahu kalo Musso itu pemberontak dan PKI, sisi2 lain tentang Musso baru tahu di buku ini

    17. Membuka tabir gelap Muso, dan mengetahui tentang benar tidaknya pemberontakan PKI di Madiun tahun 1948 yang berawal dari perbedaan pendapat.

    18. banyak pengetahuan baru mengenai komunis. salah satunya musso, yang ternyata seorang muslim taat pada waktu kecilnya

    19. Satu dari sekian banyak orang yang kena influence Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto Selain Soekarno, Kartosoewirjo, Tan Malaka, Semaoen, Alimin dll

    20. Siapakah Musso? Dalang dibalik kerusuhan PKI tahun 1948. Ternyata Ia adalah anak bangsawan yang pernah sekosan dengan Bapak Republik, Soekarno.

    21. tidak begitu banyak menceritakan tentang siapa musso sebenarnya lebih kepada pergerakan perjuangan dan konflik

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *