Iblis Tidak Pernah Mati

Iblis Tidak Pernah Mati Daftar Isi Kematian Paman Gober harian Republika Oktober sebagai Paman Gober Dongeng Sebelum Tidur harian Kompas Januari Dimuat kembali dalam Pistol Perdamaian Cerpen Piliha

  • Title: Iblis Tidak Pernah Mati
  • Author: Seno Gumira Ajidarma
  • ISBN: 9789799569028
  • Page: 386
  • Format: Paperback
  • Daftar Isi 1 Kematian Paman Gober , harian Republika, 30 Oktober 1994, sebagai Paman Gober.2 Dongeng Sebelum Tidur , harian Kompas, 22 Januari 1995 Dimuat kembali dalam Pistol Perdamaian Cerpen Pilihan Kompas 1996 diterjemahkan kedalam bahasi Inggris sebagai Bed time Stories oleh Harmono, dimuat dalam The Jakarta Post, April 1997.3 Sembilan Semar , harian KompaDaftar Isi 1 Kematian Paman Gober , harian Republika, 30 Oktober 1994, sebagai Paman Gober.2 Dongeng Sebelum Tidur , harian Kompas, 22 Januari 1995 Dimuat kembali dalam Pistol Perdamaian Cerpen Pilihan Kompas 1996 diterjemahkan kedalam bahasi Inggris sebagai Bed time Stories oleh Harmono, dimuat dalam The Jakarta Post, April 1997.3 Sembilan Semar , harian Kompas, 15 Desember 1996 Dimuat kembali dalam Anjing Anjing Menyerbu Kuburan Cerpen Pilihan Kompas 1997.4 Pada Suatu Hari Minggu , harian Kompas, 4 Januari 1998.5 Taksi Blues , harian Republika, 19 April 1998.6 Jakarta, Suatu Ketika , majalah Horison, Juni 1998.7 Clara , dipulikasihan pertama kali ketika dibacakan oleh Adi Kurdi dan Ratna Riantiarno dalam acara Baca dan Pembahasan Cerpen Seno Gumira Ajidarma, syukuran penerimaan SEA Write Award oleh Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta, Galeri Cipta TIM, 10 Juli 1998 Dimuat harian Republika, 26 Juli 1998, sebagai Clara atawa Wanita yang Diperkosa.Diterjemahkan ke bahasa Inggris sebagai Clara oleh Michael H Bodden dibacakan oleh Bruce Kochis dan Christina Alfar di University of Washington Bothell, Seattle Babb di University of Victoria Victoria Bc 1999,2.5 dimuat dalam jurnal Indonesia No.68 Cornell University , Oktober 1999 Diterjemahkan ke bahasa Jepang sebagai Kurara, rape sareta joseino monogatari oleh Mikihiro Moriyama dimuat dalam berkas Seno Gumira Ajidarma, Indonesia, Senryaku to shiteno bungaku journalism no genkai wo koete Indonesia, sastra sebagai siasat, melewati batasnya jurnalisme untuk Takeshi Kaiko Lecture Series No.8 Japan Foundation dibacakan untuk publik oleh Hirshi Tomioka dan Kaoru Tomihama di Tokya 1999,2.20 , Osaka 1999,2.25 dan Hiroshima 1999,2.27 direkam ulang sebagai paket video Indonesia, Seijino Kisetsuni Bungaku Indonesia, Sastra dalam Musim Politik oleh Dewan Promosi Informasi Pendidikan Tinggi untuk proyek Eisetsushin eo riyoshita Daigaku Kokaikouza Moderujigyo proyek modek kuliah universitas terbuka lewat satelit tahun 2000 Bersama cerita Jakarta, 14 Februari 2039, diformat ulang menjadi naskah drama Jakarta 2039, dimuat dalam kumpulan naskah Mengapa Kau Culik Anak Kami Galang Press, 2001.8 Partai Pengemis , harian Kompas, 16 Agustus 1998.9 Tujuan Negeri Senja , harian Kompas, 8 November 1998 Dimuat kembali dalam Derabat Cerpen Pilihan Kompas 1999.10 Kisah Seorang Penyadap Telepon , harian Media Indonesia, 20 Desember 1998.11 Cinta dan Ninja , fragmen dari Naskah drama Tumirah, Sang Mucikari, dipentaskan pertama kali di Gedung KesenianJakarta, Jumat 29 Januari 1999, oleh Teater Yuka dengan sutradara Yenni Djajoesman Diterbitkan selengkapnya dalam Mengapa Kau Culik Anak Kami 12 Patung , harian Kompas, 7 Maret 1999.13 Anak Anak Langit , belum pernah dipublikasikan.14 Eksodus , harian Republika, 9 Mei 1999.15 Karnaval , jurnal kebudayaan kalam, edisi 13, 1999.

    One thought on “Iblis Tidak Pernah Mati”

    1. seperti biasanya karya seno, alur cerita cerpen2 di buku ini sangat kuat. saya terkesan dengan cerpen2 yang menceritakan tentang peristiwa kerusuhan tahun 1998 di Jakarta. benar2 cara bercerita dengan sudut pandang yang 'beda', seolah2 saya ikut ada di situ dan sedang membidikkan kamera untuk mengabadikan peristiwa2 yang terjadi. gaya bertutur seperti ini semakin menguatkan sosok seno yang mampu membuat pembacanya seperti sedang melihat sebuah foto dengan cara yang tidak biasa. :D

    2. Saya membaca buku ini pada tahun 2001, 3 tahun setelah Tragedi Mei 98 dan turunnya Soeharto sebagai Presiden Indonesia. Baru-baru ini saya membacanya lagi. Dan efeknya masih sama. Saya masih menangis marah membaca cerita pendek : "Jakarta, Suatu Ketika", "Clara", "Eksodus" dan "Anak-Anak Langit". Membaca cerita itu bagaikan mengulang mimpi buruk hilangnya kemanusiaan dan bobroknya kekuasaan, Membuat saya sangat sangat ketakutan - mengingat di luar sana - ada sebuah kekuatan besar yang mampu memb [...]

    3. "Aku pergi sebentar, tunggulah di sini, aku segera kembali setelah iblis itu mati.""Jadi dikau akan pergi memburu iblis, sayang?""Ya, aku harus membunuhnya, setelah itu aku baru bisa pacaran dengan tenang. Apakah kamu akan menunggu aku sayang?"

    4. "Ijinkan aku pergi""sampai kapan?""sampai aku berhasil membunuh iblis itu"Dan dia tetap menunggu kekasihnya kembali, meskipun dia tahu bahwa iblis tak akan pernah mati"mengapa dia menjadi batu?""karena ia bodoh""mengapa?""karena ia menunggu kekasihnya yang pergi untuk membunuh iblis"

    5. seperti halnya tulisan SGA yang lain, beberapa cerpen di sini begitu mengalir, dengan bahasa yang mudah dimengerti. ada beberapa cerpen yang settingnya tentang kerusuhan 1998, dia mengangkat kekelaman seputar peristiwa ituya begitu terhanyut membaca cerpen "Clara". betapa perasaan saya menjadi campur aduk, sedih, marah, terluka sekaligus terhina, tapi tak bisa apa-apa :(

    6. it takes me quite a lont time to finish this book. Because it consists of several short story, i kinda bit lazy to read short stories

    7. Barangkali, karya Seno Gumira Ajidarma yang paling kelam dan mencekam adalah ‘Iblis Tidak Pernah Mati’ ini. Melihat halaman sampulnya, saya sudah diliputi perasaan tidak enak. Gambar seseorang yang dirupakan memiliki dua tanduk dikepalanya diatas batu dengan gerakan seperti sedang menunggu ditambah kartun karya Asnar Zacky dan paduan warna senja memberikan seolah tidak ada lagi harapan yang terang benderang. Itu 10 tahun yang lalu, saat saya pertama mendapatkan buku ini dalam sebuah book fai [...]

    8. Judul: Iblis tidak pernah matiPenulis: Seno gumira ajidarmaPenerbit: Galang PressIdentitas: 264 hlm, 18 cm. Cetakan kedua, agustus 2001ISBN: 979 95690 2 8Segi cover:Kalau saja saya tidak mengenal penulisnya, mungkin buku ini tidak akan pernah saya baca. Mengapa? Karena tampilan covernya sungguh enggak banget. Kayak komik murahan yang bercerita tentang azab neraka. Sadly, I should say it.Segi isi:SGA memang tak diragukan lago. Kelima belas cerpen yang terangkum dalam buku ini betul-betul menyenta [...]

    9. Seno Gumira really knows how to convey a mood, especially -in this book- the mood for solitude. This collection was published around the 'reformation' euphoria, hence its 'chapters' reflects the change in a subtle way: sebelum (before), ketika (while), setelah (after) and selamanya (forever).One piece of work not to be missed: "Clara". His prose is powerful and haunting, enabling you to picture grimly what had happened on May 1998-riot. The images keep haunting me for time to come, and I shudder [...]

    10. Buku ini beneran dah. *geleng2* Gara-gara cerpen 'Clara' saya selingkuh, baca buku yang lain dulu. :D Bukan karena jelek, tapi saking shock-nya saya takut buka halaman berikutnya. #lebayBeberapa hari kemudian sudah bisa tenang, bisa baca pelan-pelan lagi baru deh kelar sore tadi. Hmmm Susah bikin reviewnya, apa yah? Tiap selesai baca 1 per 1 cerpennya beda rasa sih. Ada kagum sama kekreatifannya, ada mengangguk setuju, ada shocked, merenung, dst dsb dll. Hohoho Keren pokoknya lah.

    11. Cerpen-cerpen di sini seperti televisi yang menayangkan kerusuhan Mei 98. Begitu mengerikan.Siapa Alina sesungguhnya? Saya yakin masih ada hubungannya dengan Sukab.Kata SGA, dengan tidak berbuat dan membiarkan semua perbuatan iblis berlangsung, kita pun adalah korban. Bahkan lebih parah.

    12. metafora yang keren sekali pisan!!!. list kematian paman gober,sembilan semar,taksi blues dan patungSGA ROCKKK!!!

    13. sepertinya banyak cerita yang 'seolah-olah' mengalir saja, namun dalam Seno selalu ada hal menarik yang menyeret bawah sadar untuk terus membacanya. pada "karnaval" terutama.

    14. tidak bisa berkata-katag banget wis.Cerita-cerita di dalamnya banyak berkisah tentang Mei 98ner kata Budi Darma di sampul belakang, "Mengerikan dan mengharukan."

    15. ok ok.ew saya memang bayak buku senonyatapi mo gimana kagihehehetapi beliau benarmang iblis tidak pernah mati!

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *